Aneka Manfaat Lidah Buaya yang Perlu Diketahui

Lidah buaya dapat digunakan lebih dari sekadar menghilangkan sengatan matahari dan dekorasi rumah tangga. Tanaman ini memiliki sejarah panjang untuk tujuan pengobatan sejak Mesir kuno. Lidah buaya berasal dari Afrika Utara, Eropa Selatan, dan Kepulauan Canary.

Saat ini, lidah buaya ditanam di iklim tropis di seluruh dunia. Dari meredakan mulas hingga berpotensi memperlambat penyebaran kanker payudara, para peneliti baru saja mulai mengungkap manfaat tanaman universal ini dan banyak produk sampingannya. Berikut sejumlah manfaat lidah buaya, seperti dilansir dari Healthline.

Pereda nyeri ulu hati Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah gangguan pencernaan yang sering menyebabkan mulas. Sebuah tinjauan tahun 2010 menyarankan konsumsi 1-3 ons gel lidah buaya pada waktu makan dapat mengurangi keparahan GERD. Ini juga dapat meringankan masalah terkait pencernaan lain. Toksisitas tanaman yang rendah menjadikannya obat yang aman dan lembut untuk mulas.

Menjaga produk tetap segar Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan online oleh Cambridge University Press mengamati tanaman tomat yang dilapisi gel lidah buaya. Laporan tersebut menunjukkan bukti lapisan tersebut berhasil memblokir pertumbuhan berbagai jenis bakteri berbahaya pada sayuran. Hasil serupa ditemukan dalam penelitian yang berbeda dengan apel. Ini berarti gel lidah buaya dapat membantu buah dan sayuran tetap segar dan menghilangkan kebutuhan bahan kimia berbahaya yang memperpanjang umur simpan produk.

Alternatif obat kumur Dalam sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam Jurnal Ilmu Kesehatan Ethiopia, para peneliti menemukan ekstrak lidah buaya sebagai alternatif yang aman dan efektif untuk obat kumur berbahan kimia. Bahan alami tanaman, yang meliputi dosis vitamin C yang sehat, dapat memblokir plak, juga dapat memberikan kelegaan jika mengalami pendarahan atau gusi bengkak.

Menurunkan gula darah Menelan dua sendok makan jus lidah buaya per hari dapat menyebabkan kadar gula darah turun pada penderita diabetes tipe 2, menurut sebuah penelitian di Phytomedicine: International Journal of Phytotherapy and Phytopharmacy. Ini bisa berarti lidah buaya mungkin memiliki masa depan dalam pengobatan diabetes.

Hasil ini dikonfirmasi oleh penelitian lain yang diterbitkan dalam Phytotherapy Research yang menggunakan ekstrak pulp. Tetapi, penderita diabetes yang minum obat penurun glukosa harus berhati-hati saat mengonsumsi lidah buaya. Jus bersama dengan obat diabetes mungkin bisa menurunkan kadar glukosa ke tingkat yang berbahaya.

Pencahar alami Lidah buaya dianggap sebagai pencahar alami. Sejumlah penelitian telah melihat manfaatnya untuk membantu pencernaan. Hasilnya tampak beragam. Sebuah tim ilmuwan Nigeria melakukan penelitian pada tikus dan menemukan gel yang terbuat dari lidah buaya mampu meredakan sembelit. Tetapi, penelitian lain oleh Institut Kesehatan Nasional mengamati konsumsi ekstrak daun lidah buaya. Temuan tersebut mengungkapkan pertumbuhan tumor di usus besar tikus laboratorium.

Pada 2002, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengharuskan semua produk pencahar lidah buaya yang dijual bebas dikeluarkan dari pasar AS atau diformulasikan ulang. Mayo Clinic merekomendasikan lidah buaya untuk meredakan sembelit. Mereka menyarankan dosis 0,04-0,17 gram jus sudah cukup.

Jika menderita penyakit Crohn, radang usus besar, atau wasir, sebaiknya tidak mengonsumsi lidah buaya karena dapat menyebabkan kram perut yang parah dan diare. Anda harus berhenti mengonsumsi lidah buaya jika sedang minum obat lain. Ini dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk menyerap obat.

Perawatan kulit Anda dapat menggunakan lidah buaya untuk menjaga kulit tetap bersih dan terhidrasi. Ini mungkin karena tanaman tumbuh subur di iklim yang kering dan tidak stabil. Untuk bertahan hidup dalam kondisi yang keras, daun tanaman menyimpan air. Daun padat air ini dikombinasikan dengan senyawa tanaman khusus yang disebut karbohidrat kompleks, menjadikannya pelembab wajah yang efektif dan pereda nyeri.

Melawan kanker payudaraSebuah studi baru yang diterbitkan dalam Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine melihat sifat terapeutik dari aloe emodin, senyawa dalam daun tanaman. Para penulis menyarankan tanaman ini menunjukkan potensi dalam memperlambat pertumbuhan kanker payudara. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih mematangkan teori ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.